Asuhan Drs. Sjachril Djaja M.Si

Bimbingan Bisnis Ukm (JMS Consulting ,01)

Warta Andalas | Kamis, 16 Januari 2014 - 20:28:24 WIB | dibaca: 1280 pembaca

Terima kasih penulis telah diberi kesempatan oleh Media Warta Andalas untuk mengisi secara berkala rubrik “ BIMBINGAN BISNIS UKM”. Melalui media ini penulis berharap dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan bersama saudara saudara  yang menekuni dan tertarik dengan bidang bisnis UKM.

Pada terbitan perdana ini, perkenankanlah  penulis  menyampaikan Perkenalan Diri ringkas agar lebih familiar dengan para pembaca. Oleh orang tua M Daya, penulis diberi nama Sjachril Djaja, asal dan lahir di Sawahloento  tahun 1949 di sebuah nagari di Kubang. Pendidikan berjenjang dilalui mulai TK, SR, SMP di Padang, SMA di Sawahlunto, D3 Akademi Maritim dan S1- FEUI  di Jakarta , S2-UNHAS di Makasar, dan Akta Mengajar V di UNJ Jakarta,Mengikuti berbagai Training Manajemen,dan seminar.

Setamat S1 tahun 1978 bekerja di PT Elnusa 4 tahun, dan pindah Di PT PLN tahun 1982 .Di Elnusa Sebagai Marketing Reseach Staf: tugas Menyusun Proposal proyect Study Kelayakan bisnis baru, .Di  PLN Pusat dan Unit dibidang : Angaran pembangunan, Keuangan ,Akutansi, SDM,Pengendalian dan monitoring ,Di PLN Pusdiklat Sebagai pengajar/Instruktur  bidang : Mengajar;  Keuangan & Akutansi,Training & penerapan SMM ISO 9001,ISO 14001,Balanced Scorecard,Jobs Analisys,dan Survey kepuasan  pelanggan.

Pensiun tahun 2005 sbg  pengajar lepas di Pusdiklat PLN bidang sama sewaktu aktif,dan khusus Training dan Workshop Manajemen Bisnis UKM bagi Pembekalan Pensiun.. Pada tahun 2005 itu mendirikan usaha  UKM yaitu CV Jasa Manajemen Solusi (brand JMS Consulting) bergerak dibidang jasa Konsultansi ,Pelatihan dan Penerapan Sistem Manajemen.

Tidak kurang telah membimbing Implementasi SMM di 30 perusahaan dan unit PLN,termasuk sebuah perguruan tinggi negeri STMI. Berdasar order memberikan kuliah umum di MIPA UI,UNP dan STMI. Memberikan pelatihan SMM ISO 9001 di Pemda Sawahlunto, Guru-guru,  kepala sekolah di Batusangkar, dan Pamulang Tanggerang.

Khusus dibidang UKM, semasa kuliah pengalaman sebagai pedagang kecil Sales Produk rumah tangga, berdagang material bangunan, Memimpin koperasi PLN sebagai tambahan tugas  pejabat structural di PLN Pikitring Sumbar-Riau, dan membimbing UKM binaan PLN yang tersebar di daerah Sumbar dan Riau.

Bekerja di PLN pindah pindah di Jakarta,Bukitinggi,Makasar dan kembali Jakarta, jabatan terakhir di Makasar sebagai Deputy pemimpin bidang Keuangan dan SDM Pikitring Sulawesi area kerja Indonesia Timur, dan di pusdiklat PLN bertugas sebagai Pengajar dan konsultan manajemen ke unit-unit  PLN mendampingi Pakar ahli di luar PLN. Memberikan Training dan Workshop Manajemen Bisnis UKM (40 jam) kepada calon pensiun telah melatih  80 angkatan  dg siswa lebih 3.000 orang tersebar seluruh Indonesia .

Karena audiens/pembaca rubrik Bimbingan Bisnis UKM ini lebih tertuju pada UKM dan yang berminat maka dalam pemaparannya penulis usahakan tidak terlalu teoritis tapi lebih kepada praktisi sebagaimana dapat dilihat dalam kehidupan sehari hari.pelaku bisnis,dan bahasa yg digunakan sedapatnya bahasa yg di pahami pelaku bisnis,kecuali tidak ada istilah yg tepat maka di gunakan istilah popular asing.

BIMBINGAN BISNIS UKM :

UKM adalah kependekan dari Usaha Kecil dan Menengah,adapula menyebut UMKM adalah Usaha Micro Kecil dan Menengah,pada hakekatnya maksud kedua istilah itu sama  saja .Maka untuk selanjutnya dalam pemaparan penulis  menyebut UKM saja.

Dalam tiga artikel penulis terdahulu yang diterbitkan dalam media ini dg judul; Pertama, Globalisasi Ekonomi Asean 2015,Kedua Globalisasi Ekonomi Asean–Peluang dan Tantangan Usahawan Minang,Ketiga Globalisasi Ekonomi Asean Plus Three..Disitu dengan jelas dipaparkan 5 tahapan perubahan tatanan ekonomi global ,dimana negara negara didunia kini berada pada tahapan ke 4 dan ke 5 yaitu Discontinoues dan Surpriseful .  

Kemudian dalam pasar bebas nanti yg mulai berlaku pada tahun 2015 sepuluh Negara Asean ; Laos,Malaysia,Myanmar, Pilipina,Brunei, Kamboja, Singapura, Thailand,Indonesia dan Vietnam  masuk bersaing di pasar bebas Asean ,lalu menyusul pula tiga Negara maju lainnya ; Jepang,China dan Korea Selatan.

Begitu besar tantangan akan dihadapi oleh Indonesia khusus usaha Bisnis UKM menghadapi area pasar bebas Asean tersebut.( Untuk lebih faham harap dibaca di media ini ketiga artikel dimaksud ).Itulah yang menjadi alasan kenapa Penulis menurunkan tulisan ini setelah berkonsultasi dengan awak media Warta Andalas, terutama diharap sebagai ajang urun pendapat dg pelaku bisnis dan yg berminat tentang bagaimana UKM harus bersiap menghadapi semua ini.

Selama 3 tahun pada tahun 1992 sd 1995 penulis berdinas di PLN di Bukittinggi,disamping tugas Jabatan struktural , diberi tambahan tugas membimbing usaha UKM binaan PLN istilahnya PPELK kependekan dari Pembinaan Pengusaha Ekonomi Lemah dan Kecil. Program yang kami rancang dan lakukan adalah memberikan bantuan pinjaman modal kerja bergulir kepada usaha Binaan yg didahului dengan pemilihan jenis usaha yg akan dibantu,kemudian memberikan training,dan terakhir memberikan bantuan modal, Dilanjutkan dg pemantauan  pembimbingan secara berkala agar berhasil. Kegiatan itu dilakukan bekerjasama dengan Dinas Koperasi,Dinas Perindustrian dan Dinas Perikanan pemda setempat.

Selama kurun waktu pembinaan, penulis terlibat langsung sehingga dapat mengambil kesimpulan  atas pengamatan UKM di Sumbar dan Riau bahwa. “Pada umumnya Pengusaha bisnis UKM ini ILMUNYA KECIL MODALNYA PUN KECIL,bagaimana mungkin bisa berkembang walau diberi modal besar”’.

Oleh karena itu kunci keberhasilannya adalah BERIKAN ILMU MANAJEMEN BISNIS kemudian BARU DIBERI MODAL KERJA..Dapat diyakini cara ini akan lebih berhasil dibanding bila langsung diberikan modal uang, Itulah yg kami lakukan dalam pembinaan UKM. Sebaiknya  pemikiran seperti ini bila boleh disarankan ,harus pula ada dari pihak bank dalam memberikan pinjaman pada nasabah UKM ,jadi agunannya tidak hanya berupa ASSET ,tapi lebih utama personnal garansi Pemimpin UKM yang mempunyai Kompetensi bisnis.

TUJUAN PERUSAHAAN 

Tujuan Perusahaan dalam bisnis adalah Menghasilkan/menjual produk/jasa yang bermutu,ber kualitas sesuai harapan  pelanggan.dan disampaikan/diterimakan kepada pelanggan dengan memuaskan. Dan karena pelanggan puaslah  Produsen/penjual memperoleh Untung. Nah ini konsep usaha UKM yang perlu sekali menjadi perhatian Usahawan agar bisa bertahan lama berkembang dan disayangi pelanggan. Apabila pelanggan puas,maka akan menjadi pembeli berulang (pelanggan loyal),apabila pelanggan kecewa /tidak puas ,maka dia lari dan berbelanja pada penjual yang lain. Dua hal yang akan terjadi bila pembeli/pelanggan berbelanja yaitu PUAS atau TIDAK PUAS.Tujuan perusahaan adalah bagaimana pelanggan PUAS. (bersambung artikel berikut).





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)