Nasional

Besok, Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Dideklarasikan di Bali

Warta Andalas | Minggu, 01 Juli 2018 - 17:40:20 WIB | dibaca: 225 pembaca

WARTA ANDALAS, BALI -  Bertempat di Ruang VIP RM. Wong Solo, Jl. Merdeka nomor 18 Denpasar Bali, Senin (2/7) besok, Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) bakal di deklarasikan secara resmi oleh puluhan perwakilan dari berbagai provinsi yang ada di negeri ini.

Hingga hari ini, Minggu (1/7) puluhan peserta deklarasi tersebut telah berada di hotel POP Jl. Teuku umar Denpasar, untuk bersiap melaksanakan deklarasi yang merupakan moment bersejarah bagi insane pers di Indonesia.

Organisasi pers ini bakal terbentuk secara nasional, yang diketuai oleh seorang Ketua Umum di tingkat pusat.

Menurut deklarator HPI, Yakub F. Ismail, dalam deklarasi yang dilaksanakan di pulau Dewata ini, pihak panitia mengundang beberapa kandidat pengurus di tingkat wilayah di Indonesia.

"HPI merupakan organisasi profesi yang mewadahi berbagai jurnalis dari lintas sektor, baik media online, cetak, radio maupun televisi (elektronik)," jelas Yakub F. Ismail di Denpasar, Minggu, 1 Juli 2018.

Dalam perkembangan dan pertumbuhan jurnalistik di era global, ujar Yakub, profesi jurnalis harus mampu menjawab tantangan perubahan. Pekerja jurnalistik di Indonesia, bukan tidak mungkin akan melakukan tugasnya atau membuka perwakilan di negara lain.

"Yang saat ini tengah kita hadapi adalah era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dengan kecanggihan teknologi sekarang, sudah tidak ada batas lagi pekerja jurnalistik atau perusahaan pers membuka perwakilan di negara lain. Kita disini menyiapkan HPI ini," jelas Yakub, yang juga Ketua Umum IMO Indonesia.

Selain itu, imbuh Yakub, HPI dibentuk sebagai wadah bagi para pewarta untuk mendapatkan kompetensi dengan uji kompetensi wartawan (UKW).

“Mengingat sampai saat ini disiplin ilmu yang diakui dalam tugas jurnalistik profesional berasal dari Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM), standarisasi pers perlu disetarakan dalam sebuah uji kompetensi,” ujarnya.

Dikatakannya, pemilihan nama himpunan sendiri, mengacu kepada persyaratan dari Kemenkumham yang sudah tidak lagi menggunakan nama ikatan, serikat maupun asosiasi.

" Yang ada sekarang, perkumpulan. Itu yang jadi dasar nama HPI," jelas Yakub, mengakhiri. (rel)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)