Purbalingga

Bersertifikasi ‘Primatiga’, Masyarakat Tidak Perlu Ragu Konsumsi Buah Segar

Warta Andalas | Senin, 11 Februari 2019 - 15:13:06 WIB | dibaca: 98 pembaca

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA – Sertifikasi pangan segar yang dikeluarkan oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi jawa Tengah terkait dengan ‘Primatiga’ ini bisa menjadi label pangan segar yang aman dan layak untuk dikonsumsi. Label ‘Primatiga’ ini sendiri sebagai informasi kepada masyarakat tentang jaminan keamanan produk pangan segar yang dijual di pasaran.

“Jadi kalau misalnya kita menjual makanan segar seperti buah-buahan dan sayur-sayuran di situ sudah ada tulisan ‘Primatiga’, mereka tidak perlu ragu lagi bahwa makanan ini sudah benar-benar aman,” kata Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Purbalingga, Cipto Utomo saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/2).

Dengan sertifikasi ‘Primatiga’ ini pun, DKPP Purbalingga dapat lebih mudah dalam melakukan pemilahan pangan segar. Hal ini dikarenakan resiko kandungan kimia yang terkandung pada pangan segar yang berlabel ‘Primatiga’ ini ukurannya sangat kecil.

“Jadi itu diambil sampelnya, dilakukan tes laboratorium sampai beberapa tahap sehingga akan mendapatkan hasil yang benar-benar maksimal untuk dianggap dikeluarkan sertifikat (Primatiga, Red) itu,” ujar Cipto.

Pangan segar di Purbalingga sendiri yang telah mendapatkan sertifikat ‘Primatiga’ meliputi stroberi dari Serang, Dukuh Kalikajar, Manggis Kertanegara, Labu Madu Bobotsari dan Nanas Madu Siwarak. Buah-buahan tersebut telah lolos uji label ‘Primatiga’ dan sudah mengikuti beberapa pameran pangan segar yang bersertifikat.

“Kemarin Nanas Madu Siwarak ini mendapatkan juara dua tingkat Provinsi Jawa Tengah, yang nanas itu mendapatkan juara kedua se Jawa Tengah untuk produk yang bersertifikat ‘Primatiga”, jelasnya.

Bahkan, dengan label ‘Primatiga’ pada Nanas Madu Siwarak ini rupanya mampu mendongkrak penjualan nanas ini. Penjualan Nanas Madu Siwarak ini tidak hanya dijual di kawasan Purbalingga ataupun kabupaten di sekitar Purbalingga melainkan sudah sampai ke luar kota.

“Sekarang pemasarannya sudah sampai Surabaya dan Bali itu juga karena ‘Primatiga’ itu,” ujar Cipto.

Jadi, ia menegaskan dari sisi pendapatan untuk pangan segar yang bersertifikat ‘Primatiga’ semakin besar. Kemudian kepercayaan masyarakat terhadap pangan segar ini  bisa lebih tinggi lagi di masyarakat.

“Sehingga mereka itu lebih nyaman untuk mendapatkan makanan yang sudah bersertifikat dan layak untuk dikonsumsi,” pungkasnya. (PI-7)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)