Sawahlunto

Bersama Jajaran TNI, Polres Sawahlunto Gelar Simulasi PAM Pemilu 2019

Warta Andalas | Jumat, 22 Maret 2019 - 21:55:21 WIB | dibaca: 228 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO - Jelang pelaksanaan ajang pesta demokrasi Pemilihan Umum Presiden - Wakil Presiden, Anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten kota yang dilaksanakan secara serentak di seluruh pelosok negeri pada 17 April mendatang, Jum’at (22/3) Polres Sawahlunto menggelar apel pasukan Operasi Mantap Brata di arena Roadrace kawasan Kandih.

Dalam kegiatan tersebut, juga diikuti jajaran TNI dari seluruh Koramil yang ada di Sawahlunto, Satuan Pol PP, Linmas serta sejumlah unsure terkait lainnya. Tampak hadir dalam kesempatan itu, Walikota Sawahlunto Deri Asta, serta unsur Forkopimda.

Dalam sambutan pembacaan amanat Menko Polhukam, Wiranto, Kapolres Sawahlunto, AKBP. Zamroni Wibowo, S.IK, MH menyampaikan bahwa Pemilu serentak tahun 2019 merupakan kesempatan berharga bagi rakyat indonesia untuk memilih calon anggota legislatif yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat dan memilih pemimpin nasional, guna mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia.

“Melihat konteks itu, sedapat mungkin opini kita semua diarahkan bahwa ajang ini bukanlah untuk membenturkan satu pihak dengan pihak yang lain atau ajang konflik antara kubu yang satu dengan kubu yang lain,” sebutnya.

Sejatinya, lanjut Kapolres, Pemilu serentak tahun 2019 memilih pemimpin dan bukan mengadu pemimpin. Momen ini harus menjadi ajang unjuk kompetensi, program dan kapabilitas untuk mendapatkan kepercayaan rakyat yang akan memilihnya menjadi pemimpin nasional.

Menurutnya, masih terdapat ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dimungkinkan akan menghambat kelancaran penyelenggaraannya.

“Bawaslu dan Polri telah mengeluarkan indeks kerawanan Pemilu, yang merupakan pemetaan terhadap kerawanan-kerawanan yang diprediksi akan timbul dalam penyelenggaraan Pemilu di setiap daerah,” ungkapnya.

Pemetaan kerawanan ini, imbuhnya, meliputi sisi penyelenggaraan dan sisi keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh stake holders terkait untuk segera mengenali, menemukan dan menetralisir serta mengatasi hambatan hambatan tersebut.

“TNI-Polri selaku institusi yang bertanggungjawab langsung terhadap pengamanan jalannya pemilu serentak tahun 2019, apabila menemukan adanya kerawanan dan hambatan tersebut harus dapat mengambil suatu tindakan tegas sesuai dengan prosedur tetap dan aturan hukum yang berlaku, sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu,” tandasnya.

Dikatakannya, kerawanan juga muncul dari menyebarnya berita bohong atau hoax dan meningkatnya politik identitas. Berita-berita hoax atau berita bohong yang disampaikan terutama melalui media sosial tentunya memiliki tujuan politis yaitu dipakai sebagai alat untuk menyingkirkan lawan politik sehingga menyebabkan demokrasi menjadi tidak sehat dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Sementara itu, usai pembacaan amanat Menko Polhukam tersebut, acara dilanjutkan dengan simulasi tentang system pengamanan Pemilu 2019, diikuti oleh seluruh jajaran Linmas dari 4 kecamatan yang ada di kota ini  dan Polri, yang berlangsung cukup seru.

Berikut link video simulasi PAM Pemilu Polres Sawahlunto:

https://www.youtube.com/watch?v=LrJhxJwVsJI&t=27s 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)