Solok

Berlumpur Tapi Mengasyikan, Kamis Depan Kota Solok Gelar Basikakeh Roda Basi

Warta Andalas | Selasa, 08 Mei 2018 - 21:48:46 WIB | dibaca: 214 pembaca

WARTA ANDALAS, SOLOK - Basikakeh Roda Basi mungkin belum semua orang tahu apa itu yang dimaksud basikakeh roda basi. Iven ini merupakan salah satu iven yang saat ini sudah mulai booming dan masuk dalam kalender wisata Kota Solok.

Uniknya, basikakeh roda basi ini dilakukan di area persawahan yang habis panen dan hanya ada satu-satunya di Kota Solok, dan Kota Solok merupakan pencetus dan penyelenggara pertama iven wisata unik, kotor dan berlumpur tapi mengasyikan, karena banyak diikuti oleh petani yang memiliki mesin bajak sawah. Baik mesin bajak besar (sinka) maupun mesin banyak kura-kura atau banyak orang menyebutnya dengan mesin kodok.

Basikakeh roda basi merupakan bahasa minang, yang artinya pacu mesin bajak, tapi dipopulerkan dengan nama Basikakeh Roda Basi. Basikakeh roda basi ini dipusatkan diarea persawahan, atau lebih dikenal dengan Sawah Solok, sawah penghasil padi dan beras terbaik di Kota Solok.

Nurzal Goestim, Kabag Humas sekretariat Balaikota Solok, Selasa (8/5), dalam Pers Releasenya terkait pelaksanaan iven Basikakeh Roda Basi, menerangkan Basikakeh roda basi merupakan lomba mesin bajak berupa sinka dan kura-kura dan merupakan salah satu permainan anak nagari yang dalam dua tahun belakangan ini telah dipopulerkan sebagai salah satu ikon destinasi wisata andalan Kota Solok dan digelar rutin setiap tahunnya atau tepatnya tanggal 10 Mei 2018 pada tahun ini dan tahun berikutnya.

Selain itu juga ada iven anak nagari lainnya berupa lomba pacu upiah (pacu pelepah kelapa atau pinang) dan pacu baluik/belut. Kedua iven dilakukan dengan cara menarik rupiah yang ditongkrongi orang. Sementara pacu belut dengan cara mengambil belut dari ember pertama dan dibawa berlari menuju ember kedua.

Iven ini, kata Goestim, bertepatan dengan awal  musim menanam padi selain itu juga bertujuan memperkenalkan kawasan agrowisata dan keindahan hamparan sawah solok, meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Solok dan melestarikan tradisi, budaya dan seni serta permainan anak nagari. Iven ini dilaksanakan disaat liburan sekolah.

Selain basikakeh roda basi, penampilan silek tuo dalam sawah, batuang gilo, serta pameran pelaku ekonomi kreatif. Pesertanya, lomba basikakeh roda basi berasal dari perwakilan dari kelompok tani Kabupaten dan Kota Solok, lomba pacu upiah pesertanya anak-anak usia maks 13 tahun utusan kelurahan se Kota Solok. Pacu belut pesertanya dari kaum perempuan usia 30 s.d 50 tahun jumlahnya 2 org wakil 1 kelurahan. (Zaky/Goestim)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)