Purbalingga

Berlangsung Ketat, SMA N Bobotsari Rengkuh Juara Bupati Cup Lewat Adu Penalti

Warta Andalas | Selasa, 13 Agustus 2019 - 12:40:42 WIB | dibaca: 10112 pembaca

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA - SMA N 1 Bobotsari keluar sebagai juara Turnamen Sepakbola Bupati Cup 2019 setelah mengalahkan SMA N 1 Kutasari lewat drama adu penalty dengan skor 4-2, Senin (12/8/2019) di Stadion Goentoer Darjono Purbalingga. Di waktu normal, kedua kesebelasan bermain sama kuat 0-0 namun di babak tos-tosan, SMA N 1 Bobotsari keluar sebagai kampiun dan berhak atas trofi dan uang pembinaan.

Kedua tim menjalankan pola permainan berbeda. SMA N 1 Bobotsari memainkan strategi offensive atau menyerang sedangkan SMA N 1 Kutasari memainkan pola bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik. Di menit 30 babak pertama, SMA N 1 Bobotsari memperoleh peluang emas lewat tendangan bebas dari posisi ideal namun berhasil diblok oleh pagar hidup yang dibangun barisan belakang SMA N 1 Kutasari.

Di babak kedua, kedua tim bermain keras dengan tempo yang relative cepat sehingga banyak pelanggaran dilakukan kedua tim. Dimenit 40, pemain Kutasari harus mendapat kartu kuning akibat pelanggaran keras yang dilakukan. Di menit akhir pertandingan babak kedua, Bobotsari gagal memanfaatkan peluang emas setelah pemain bernomor punggung 21 (kapten kesebelasan) yang sudah berhadapan dengan penjaga gawang tak bisa mengkonversi peluang menjadi gol

Pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalty setelah kedua tim gagal membobol gawang lawan. Penendang pertama dari  Bobotsari gagal menceploskan si kulit bundar dan penendang pertama dari Kutasari berhasil. Tekanan berbalik kala penendang ketiga, keempat dan kelima  Kutasari berhasil ditepis penjaga gawang Bobotsari dan sisa penendang Bobotsari mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Ditemui seusai pertandingan, pelatih yang sekaligus guru olahraga SMA N 1 Bobotsari, Budi Handoyo mengaku bangga dengan pencapaian anak didiknya. Semua tim yang dihadapi oleh sekolahnya dinilainya sangat berkelas dan berat sehingga mereka tidak pernah meremehkan lawan di setiap pertandingannya.

“Kami bangga dengan prestasi mereka. Kami anggap semua musuh berat sehingga kami tetap focus pada pertandingan karena kami tidak pernah meremehkan semua lawan,” kata lelaki yang akrab disapa Yoyo ini.

Lebih lanjut, dirinya mengapresiasi kompetisi yang diadakan Pemkab Purbalingga. Menurutnya, kompetisi semacam ini bisa menjaring bibit sepakbola untuk bisa mengharumkan nama Purbalingga di kancah persepakbolaan nasional. “Saya sangat support dengan kompetisi-kompetisi semacam ini, karena melalui ini bibit pemain sepak bola Purbalingga bisa lahir,” imbuhnya.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) saat menutup gelaran kompetisi mengaku bangga dengan para peserta yang berjumlah 32 tim tersebut. Dirinya berharap prestasi sepak bola Purbalingga bisa meningkat lewat kompetisi itu.

“Animonya luar biasa. Semoga dengan kompetisi ini, sepakbola di Purbalingga bisa lebih berprestasi lagi,” pungkasnya. (KP-4).





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)