Sawahlunto

Berkah SISSCa, Ellen Songket Raup Omset Hingga Ratusan Juta

Warta Andalas | Rabu, 11 September 2019 - 17:19:12 WIB | dibaca: 173 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Dorongan Pemerintah kota Sawahlunto dalam upayanya memajukan usaha Songket, terus menampakkan hasil positif. Hal itu ditandai dengan kenaikan penjualan atau omset Magdalena, sang pelaku usaha berlable Ellen Songket.

Dari perhelatan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) yang digelar selama 3 hari pada pekan kemarin, Ellen Songket mampu meraup omset hingga ratusan juta rupiah, baik dari hasil penjualan Songketnya maupun dari sewa bahan bagi peserta Carnival.

Menurut Elllen, selain ajang SiSSCa perhelatan Hari Jadi Kota yang dilaksanakan Pemko setiap tahun juga merupakan moment untuk meningkatkan penjualan dan meraup keuntungan, dari hari biasa lainnya.

Sedangkan untuk pasar domestic, sebut Ellen, Songket Silungkang juga dipasarkan di outlet-outlet ternama di Kota Padang dan juga pasar Pekanbaru.

"Alhamdulillah, pasar Songket Silungkang ini terus berkembang dan bahkan telah menembus pasar luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura. Mudah mudahan kedepan akan bisa lebih luas lagi,” ungkapnya.

Diungkapkan Ellen, untuk penjualan Songketnya ke luar negeri tersebut, ia telah mengirimkan secara rutin setiap bulan hingga 2 kodi baju berbahan Songket dalam berbagai ukuran.

Dalam kesempatan bincang-bincang di Galerry Songketnya yang berada di Blok B pasar Sawahlunto Rabu (11/9) siang itu, Ellen juga mengungkapkan bahwa pemasarannya ke luar negeri berawal saat adanya pesanan dari Kerajaan Malaysia, untuk acara resepsi pernikahan. Selanjutnya, Ellen mendapatkan undangan dari Kementrian untuk mengikuti salahsatu pameran di Jakarta, yang banyak dikunjungi oleh pelaku usaha dari mancanegara.

“Dari situlah awal produk Songket Silungkang kita mulai masuk pasaran luar negeri,” ungkapnya.

Menyikapi pesanan yang terus mengalir, Ellen Songket pun telah melakukan pembinaan terhadap lebih dari 50 pengrajin yang tersebar di sejumlah wilayah kota Sawahlunto ini.

“Seluruh hasil produksi dari para pengrajin binaan itu, saya tampung dan kemudian saya pasarkan. Dalam sepekan, setidaknya pembelian saya mencapai Rp. 35 juta, atau dalam sehari rata-rata mencapai Rp3 - 5 juta. Dan Alhamdulillah, perekonomian mereka tampak terus membaik,” sebutnya. (ap)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)