Dharmasraya

Tak Jalas Status Kerjanya

Belasan Tahun Mengabdi, Puluhan Tenaga Medis di Dharmasraya Adukan Nasibnya Pada Anggota DPRD

Warta Andalas | Selasa, 08 Mei 2018 - 21:31:54 WIB | dibaca: 528 pembaca

WARTA ANDALAS, DHARMASRAYA - Sebanyak 197 orang tenaga perawat suka relah (honorer) yang bertugas di berbagai Pukemas dan RSU di Pemerintahan kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat yang tergabung dalam Gerakan Nasional Perawat Honor indonesia (GNPHI) wilayah Dharmasraya, mengadukan nasibnya kepada anggota DPRD setempat, yakni Yosrizal dari Partai PAN dan Benhard dari partai Golkar, Selasa (08/5) di gedung pertemuan Koto Baru.

Dalam pertemuan itu terungkap bahwa mereka bertugas dan mengabdi selama tujuh hingga delapan belas tahun, tetapi tidak jelas statusnya.

“Apakah kami mendakapat Surat Keputusan (SK) dari pemerintah kabupaten, ataukah kami diangkat sebagai tenaga kontrak, itu yang pasti pak,” ujar mereka pada kedua anggota legislative tersebut.

Salah seorang tenaga perawat medis suka rela, Yarmilis yang bertugas di salahsatu Pukesmas, kepada awak media mengatakan bahwa selama ini mereka ada yang telah mengabdi di pelayanan kesehatan baik di RSUD atau pun yang bertugas di Pukesmas,  hingga belasan tahun.

”Kami sangat prihatin dengan kondisi sekarang. Untuk biaya transportasi kami ke tempat tugas saja, itu dari batuan orangtua dan keluarga. Belum lagi kebutuhan kehidupan kami sehari-hari, dan diantara kami ada yang telah berkelurga serta memiliki anak,” paparnya.

Ironisnya, lanjut dia, menurut informasi yang kami dapat, beberapa waktu ada berapa orang tanaga dokter yang baru bertugas sudah mendapat stastus tenaga kontrak.

“Sedangkan kami yang selama ini bertugas sebagai tenaga perawat medis sukarela di Pukemas dan RSUD, belum dapat setatus yang resmi. Padahal, kami bertugas sama dengan para medis yang telah memiliki SK atau seperti petugas yang telah menjadi PNS,” keluhnya.

Dalam kesempatan itu, ia sangat berharap agar DPRD dapat membantu mencarikan jalan keluar atau solusi atas permasalahan tersebut.

“Tolong bantu status kami ini pak. Pikirkan juga anak dan keluarga kami, mau makan apa dengan keadaan ekonomi yang sangat susah sekarang ini,” imbuhnya dengan nada sedih dihadapan kedua anggota DPRD itu.

Semetara itu, menanggapi keluhan dari mereka Yosrizal dan Benhard mengatakan ikut prihatin dan sedih, apalagi mereka memiliki tanggungjawab keluarga.

“Kami akan mengusulkan kepada instansi terkit, yaitu Dinas Kesehatan dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk memperhatikan nasib dan kondisi serta kejelasan status para tenaga medis,” sebutnya.

Sebab, lanjut dia, paramedis dan perawat ini telah memberikan pelayanan terhadap orang sakit, baik itu di Puskesmas atau di Rumah Sakit.

“Apa lagi dalam keadaan emergency seperti kecelakan atau kejadian luar biasa,  misalnya muntaber dan lain lainya, mereka ini adalah ujung tombak dari para medis yang stiap saat turun langsung ke lapangan. Dan mereka inilah yang perlu kita perhatikan,” ucap anggota DPRD tersebut. (tim)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)