Dharmasraya

Bawa Sejumlah Tuntutan, Mahasiswa Kampus III Unand Gelar Unjuk Rasa

Warta Andalas | Rabu, 19 September 2018 - 13:01:08 WIB | dibaca: 397 pembaca

WARTA ANDALAS, DHARMASRAYA - Ratusan mahasiswa kampus III Unand mendatangi kantor yang sangat presentatif itu guna menyampaikan orasinya yang terpenfam selama kurum waktu 3 tahun ini. Sebelum melakukan sidang paripurna DPRD dharmasraya digelar pada Selasa (18/9), ratusan mahasiswa dari kampus III UNAND dharmasraya mendatangi gedung parlemen yang terletak di Nagari Gunung Medan, Kevamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya untuk menuntut kepastian pendidikan.

Kedatangan mahasiswa disambut oleh sejumlah anggota DPRD diantaranya Ketua DPRD H.Masrul Maas, Wakil Ketua Budi Sanjaya, Ampera Dt.Labuah Basa serta sejumlah OPD yang akan mengikuti sidang paripurna dalam rangka nota penyerahan Bupati tahun anggaran APBDP tahun 2018.

Dari pantauan media ini, aparat penegak hukum dari Polres dharmasraya terlihat berjaga jaga diantanya kabag OPS Kompol Eva Dharma , kasat reskrm. AKP. Ardhy Nasution bersama anggota serta sejumlah anggota Sat.Pol.PP Tak lama berselang waktu Wakil Bupati dharmaaraya H.Amrizal.Dt.Rajo medan juga tiba untuk menghadiri sidang paripurna.

Bupati Kampus III UNAND Nanda Pratama Ardiyansyah yang mewakili smua mahaaiswa di kampus itu mengatakan mereka datang membawa sejumlah tuntutan yang selama ini kurang diperhatikan oleh pemerintah daerah.

Dijelaskannya dalam kurum waktu kurang lebih 3 tahun ini legislatif dan exekutif tidak memperhatikan dunia pendidikan terutama menyangkut dengan pasilitas yang ada di Kampus III UNAND ini.

“Agaknya, pemerintah hanya terkesan dengan janji yang tidak ada kepastian sampai sekarang. Makanya, kami minta bukti dan bukan janji," pungkasnya.

Ketua DPRD H.Masrul Maas yang didampingi wakilnya Budi Sanjaya, Ampera Dt. Lubuah Basa mengatakan ditengah berlanjutnya penyampaian orasi yang sedang bergejolak. H.Masrul Maas mengatakan bahwa kami sangat suka mahasiswa ini kritis mengeritik pemerintah tentu ada aturannya juga artinya spanjang tidak anarkis.

Dikatakan H.Masrul Maas katanya, jika adik adik mahasiswa mau melakukan mediasi dengan kami " kami siap"kepala boleh panas hati tolong didinginkan. Sebab apa yang adik adik rasakan itu kami juga turut merasakannya.

"Kami bersedia untuk melakukan mediasi akan tetapi hanya untuk 20 orang saja. Soalnya kapasitas ruangan kita kurang memadai," tukas Masrul.

Sementara pihak mahasiswa menolak Ia ingin mereka masuk semuanya. Meski sedikit agak kecewa dari pihak mahasiswa tak lama kemudian sejumlah mahasiswa itu memasuki gedung DPRD dengan tertib guna melakukan mediasi.  (tim)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)