Agam

Batagak Pangulu Pasukuan Koto Nagari Lasi

Warta Andalas | Jumat, 21 Desember 2018 - 06:59:52 WIB | dibaca: 632 pembaca

WARTA ANDALAS, AGAM - Masyarakat Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, khususnya pasukuan koto gelar batagak pangulu delapan batang payuang, di balai adat Lasi, Kamis (20/12).

Delapan pangulu yang diangkat masing- masing , Rezki Kurnia Abdi Dt Badindiang Basa, Herizal Zein Dt Gamuak, Yusril Lembang Alam Dt Majo Lelo, Zulbahri Kari Marajo Dt Nan Angek, Bambang Herianto Dt Majo Lelo, Afriawal Dt Pangulu Basa, Muhammad Teddy Saputra Dt Rajo Tuo dan Ahmad Shafiq Dt Tunaro Bungkuak.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria Dt Tumangguang Putiah, Ketua LKAAM Agam, Yul Arnis Dt Maleka Nan Tinggi, Camat Canduang, Fauzi serta Forkopimca dan warga lasi.

Prosesi batagak pangulu ini diawali pidato adat oleh ninik mamak, dilanjutkan pembukaan batagak pangulu dan penyisipan keris pada delapan penghulu yang dilakukan Trinda Farhan Satria dan Yul Arnis Dt Maleka Nan Tinggi.

Trinda Farhan Satria mengapresiasi terselenggaranya kegiatan itu, karena secara langsung batagak pangulu mendukung program strategis Pemkab Agam yaitu gerakan Nagari Madani.

“Pada kriteria kelima dan indikator pertama dalam Nagari Madani, disebutkan bagaimana eksistensi ninik mamak bisa terangkat dengan istilah “mambangkik batang tarandam”, ujarnya.

Wabup menyadari bahwa proses batagak pangulu tidak mudah, namun masyarakat khususnya suku koto mampu selenggarakan prosesi pengangkatan pangulu tersebut.

“Selamat kepada delapan batang payuang yang telah diamanahkan menjunjung gelar pusako pasukuan koto,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua LKAAM Agam, Yul Arnis Dt Maleka Nan Tinggi mengatakan, bahwa batagak pangulu tidak mudah, kegiatan ini tidak hanya menegakkan datuak, tetapi lebih dalamnya mengangkat marwah adat di Minangkabau.

“Sering-seringlah lakukan pertemuan dengan anak kemenakan, karena pengulu sejatinya milik kemenakan yang akan membimbingnya kedepan,” ujarnya.

Disebutkan, manfaatkan balai adat untuk mendidik anak kemenakan agar marwah balai dan ninik mamak lebih terlihat dan dirasakan oleh masyarakat secara luas.

“Semoga pangulu yang baru dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin dalam kaum,”ujarnya berharap.(khw)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)