Purbalingga

Banser dan Santri Jaga Perayaan Pentakosta di GKJ Pengalusan

Warta Andalas | Kamis, 13 Juni 2019 - 14:52:41 WIB | dibaca: 162 pembaca

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA - Kerukunan umat beragama di Purbalingga, Jawa-Tengah terus digelorakan. Seperti yang dilakukan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pengalusan yang berada di Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet, yang akan menggelar perayaan Pentakosta, di gereja setempat, Sabtu-Minggu (15-16/6/2019), dengan tema "Endahing Seduluran" atau indahnya persaudaraan. 

Dalam kegiatan ini, panitia melibatkan Satuan Koordinasi Rayon - Barisan Ansor Serba Guna Nahdlatul Ulama (Satkoryon Banser) Kecamatan Mrebet untuk keamanan, dan menghadirkan puluhan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlatus Sholikhin Sukawarah, Desa  Kalijaran, Kecamatan Karanganyar, Purbalingga

Dalam perayaan Pentakosta itu, ditandai lelang hasil pertanian dan ternak atau undhuh-undhuh dan grebeg serta rebutan gunungan hasil bumi. Kemudian ada pemutaran film oleh Cinema Lovers Community (CLC) atau komunitas penggiat film pendek Purbalingga,  dan dialog lintas agama yang menghadirkan lima nara sumber.  Kelima narasumber itu,  KH Akhmad Khotib dari Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama  (PCNU) Purbalingga, Pdt Maria Puspitasari, S.Si dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purwokerto, dr Mulyadianto  dari Forum Kerukunan Umat Beragama/FKUB Purbalingga, Ugo Untoro (seniman asal Purbalingga yang kini tinggal di Jogja), dan Marno dari Yayasan Kalam Purbalingga. Sedangkan moderator acara, Ustadz Sukhedi dari Bobotsari.

"Acaranya kami kemas sedemikian rupa, agar kebersamaan yang toleran antar sesama manusia di Purbalingga terjalin erat," ujar ketua panitia Perayaan Pentakosta GKJ Pengalusan, Pendeta Bagus Imam Tjahyono STh di Purbalingga, Kamis  (13/6/2019). 

Kegiatan ini,  ujar Bagus Imam Tjahjono, sebagai ungkapan rasa syukur para petani dan peternak di kaki Gunung Slamet atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kelengkapan pangan hasil bumi dengan segala isinya kepada manusia. "Juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Mahas Esa, karena lewat peristiwa Pentakosta manusia dipersatukan dalam persaudaraan," ujarnya.

Rangkaian acara perayaan Pentakosta GKJ Pengalusan--sebuah gereja di kaki Gunung Slamet ini--diawali dialog lintas agama di gedung GKJ Pengalusan, Sabtu (15/6/2019), jam 15.00-19.00 WIB. 

Kegiatan ini akan dihadiri kurang lebih 250 orang,  terdiri  dari masyarakat di kaki Gunung Slamet seperti  dari Desa Pengalusan, Serang dan Binangun,Komunitas Gusdurian Purwokerto, Komunitas Katresnan Tanpo Wates Purbalingga, aktivis Badan Kerjasama Antar Gereja (BKSA) Purbalingga, kalangan santri, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat, Camat Mrebet, Kepala Desa se Kecamatan Mrebet, dan Yayasan Kalam Purbalingga.

Acara dilanjut malam harinya, 19.00-20.30 WIB, di halaman parkiran gedung GKJ Pengalusan, warga di sekitar gedung gereja dihibur dengan pemutaran film oleh CLC Purbalingga.

Kemudian pada Minggu (16/6/2019), di dalam gedung GKJ Pengalusan, dari  jam 07.00 - 09,00 WIB, jemaat GKJ Pengalusan mengikuti kebhaktian peringatan Pentakosta, menggunakan Bahasa Jawa. Yang unik, baik pendeta, majelis gereja maupun jemaat, semuanya mengenakan pakaian adat Jawa Banyumasan. 

Dilanjut jam 10.00-11.00 WIB di halaman parkiran gedung GKJ Pengalusan, digelar lelang Undhuh-undhuh berupa hasil pertanian dan peternakan.  Di sini, masyarakat umum dan jemaat GKJ Pengalusan, berbaur jadi satu, untuk mengikuti lelang. Barang-barang yang dilelang ada kacang panjang, kentang, kobis, wortel, singkong, nanas dan berbagai jenis sayuran serta buah-buahan. Juga ada ayam dan kambing.  

Seusai lelang, panitia menyediakan dua buah gunungan yang berisi sayur-sayuran dan buah-buahan yang dibuat oleh jemaat GKJ Pengalusan, yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Gunungan pertama untuk diperebutkan warga yang hadir, yang terdiri jemaat GKJ Pengalusan, puluhan santri dan masyarakat umum. 

Sedangkan gunungan kedua, diserahkan oleh pendeta GKJ Pengalusan, Pdt Bagus Imam Tjahjono kepada perwakilan dari Ponpes Roudlatus Sholikhin Sukawarah, Desa  Kalijaran, Kecamatan Karanganyar. 

Oleh puluhan santri, gunungan itu diarak dengan iring-iringan mobil sejauh kurang klebih 15 km menuju ke Ponpes Roudlatus Sholikhin Sukawarah di Desa  Kalijaran.

Agar acara itu berjalan lancar, pihak panitia menerjunkan tim keamanan yang beranggotakan Satkoryon Banser Kecamatan Mrebet  dan pemuda GKJ Pengalusan.

"Melalui perayaan Pentakosta, panen raya undhuh-undhuh dan dialog lintas agama ini, kami ingin merawat keberagaman," ujar Pdt Bagus Imam Tjahjono.  

Perlu Dicontoh

Dihubungi terpisah, Mantan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama – Kementerian Agama RI, Dr.H.  Saefudin Syafi’i, M.Ed mengemukakan, ini moment kerukunan umat beragama yang sangat bagus. 

"Alhandulillah,  masih sangat banyak ummat Muhammad yang benar. Ini bagus   sekali sebagai contoh praktek kehidupan warga negara yang toleran, saling menghormati, dan menghargai," ujar Saefudin Syafi'i yang per 23 Mei 2019 baru saja menempati jabatan barunya sebagai  Kepala Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Agama  RI. 

 

Perlu Dicontoh

Dihubungi terpisah, Mantan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama – Kementerian Agama RI, Dr.H.  Saefudin Syafi’i, M.Ed mengemukakan, ini moment kerukunan umat beragama yang sangat bagus. 

"Alhamdulillah,  masih sangat banyak ummat Muhammad yang benar. Ini bagus   sekali sebagai contoh praktek kehidupan warga negara yang toleran, saling menghormati, dan menghargai," ujar Saefudin Syafi'i yang per 23 Mei 2019 baru saja menempati jabatan barunya sebagai  Kepala Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Agama  RI. (PI-2)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)