Bireuen

Banjir di Bireuen Kepung 25 Desa, 1 warga Hilang Terbawa Arus

Warta Andalas | Kamis, 13 Desember 2018 - 20:19:39 WIB | dibaca: 240 pembaca

  WARTA ANDALASA, BIREUEN  - Banjir Luapan dan banjir bandang setelah hujan deras disertai angin dikabarkan mengepung Kawasan Bireuen yang meliputi 5 Kecamatan dan 25 desa dan hampir ratusan rumah terendam.

Banjir kembali melanda kawasan Bireuen pada Rabu (13/12) pukul 14.00 WIB mengakibatkan ratusan rumah warga terendam, sarana pendidikan dengan puluhan SD dan SMP di beberapa kecamatan terendam dan rusak, sejumkah desa tengah menanam padi juga hanyut karena ketinggian air mencapai 60 cm – 1 meter .

Selain itu seorang remaja bernama Andi (18) warga Kampung Mulia perbatasan Plimbang dan Peudada yang tengah membuang air di kawasan pinggiran Krueng pada pukul 14.45 WIB hanyut dibawa Air arus banjir .

Akibat Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bireuen dengan insentitas tinggi dan banjir mengepung di 5 kecamatan dan 25 desa serta nyaris ratusan rumah terendam kerugian masyarakat ditaksir miliaran rupiah belum lagi sarana infrastruktur yang dibangun pemerintah.

Adapun kecamatan yang dilanda banjir adalah Kecamatan Peudada dengan jumlah 15 desa yang tertimpa musibah adalah Tanjong Selamat, yang terparah dan Akses ke desa tersebut tidak bisa dilewati karena ketinggian air di jalan mencapai 1 meter, Desa Jaba, Desa Cot Kruet , Desa Teungku Dibathon Dayah mon Ara, Alue Sijuk Blang Rangkuluh Pulo Ara Sawang Hagu Blang Beururu Alue Gandai Mns, Alue Blang Geulumpang Alue Keutapang.

Kemudian Kecamatan Juli  terendam 3 desa meliputi Desa Seuneubok Peuraden, Batee Raya Juli Mns. Lampoh. Kecamatan Jeumpa juga dikabarkan 3 desa, Kecamatan Jeunieb juga tiga desa adalah Blang Mee Barat Desa Lheue Barat dan Lheue Simpang dan di Kecamatan Kota Juang adalah Desa Geydong di kawasan Blok Sawah Geudong Sago dan Kuta Trieng bagian Jalan Irigasi lewan kawaswan Pulo U.

Kawasan banjir terparah di Kecamatan Peudada terutama Desa Tanjung Selamat yang akses ke sana tidak bisa dilewati karena jalan digenangi air yang sudah bagaikan lautan dengan ketinggian 1 meter. Selain itu air juga meningkat dan banyak warga terjebak di dalam rumah.

Masih di kawasan Kecamatan Peudada,tanggul Paya Sikameh, patah dan air mulai meluap ke permukiman warga. Sedangkan kondisi Air Krueng Peuadada meningkat dan arus kencang membawa material sampah dan kayu.

A.Rahman, warga Alue Sijuek kepada wartawan menyebutkan,  akibat jebolnya tanggul dan putusnya irigasi 30 - 40 meter  air tidak terbendung dan banjirpun tidak ada kompromi.

Disebutkan, akibat banjir yang melanda pada Rabu banyak kerusakan dan kerugian yang kami alami. Termasuk padi yang baru sempat ditanam sudah dibawa air yang begitu cepat terjangannya.Ini bisa mengakibatkan gagal panen. Dan tidak hanya itu sebutnya, banjir juga merendam 80 rumah warga .

Sementara warga lainnya sebut Tgk Abdurrahman, Tgk M Yusuf seperti si Mursalin  pengusaha pembibitan jernang, harus menanggung kerugian ratusan juta Karena Bibit yang baru disemai terbawa air.

“ Saya rugi ratusan juta, bibit jernang yang baru disemai terbawa air,, Kami mohon ada perhatian Pemkab Bireuen kepada kami yang menggeluti usaha ini,” harapnya . (SA)


 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)