Sawahlunto

Banjir Bandang Landa Sejumlah Wilayah Sawahlunto

Warta Andalas | Minggu, 27 Oktober 2019 - 15:06:48 WIB | dibaca: 10183 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Hujan deras yang mengguyur wilayah kota DSawahlunto Sumatera Barat sejak Sabtu 26 Oktober malam hingga Minggu 27 Oktober 2019 dini hari mengakibatkan banjir dan tanah longsor melanda sejumlah desa di kota Sawahlunto.

Diantaranya, desa Talago gunuang dan Desa Kolok nan tuo kecamatan Barangin, Minggu (27/10).

Akibat peristiwa itu, 3 rumah dan satu masjid di Dusun Koto, Desa Talago Gunuang, Kecamatan Barangin,  terendam air yang membawa material lumpur.

Hingga siang ini, warga dibantu puluhan personel TNI-POLRI dan BPBD Sawahlunto masih berjibaku membersihkan material yang dibawa banjir.

Seorang warga, Zulfahmi (41) mengatakan, banjir bandang menyebabkan tanaman padi dan cabe gagal panen. Menurutnya, diperkirakan 10 hektare lebih sawah rusak akibat banjir bandang tersebut.

"Sejumlah hewan ternak warga juga ikut diseret, diantaranya 14 ekor sapi, 9 diantaranya ditemukan selamat, 2 ekor mati dan 3 sisanya masih dalam pencarian," katanya ,di Desa Talago Gunuang, Minggu 27 Oktober 2019.

Kepala Desa Talago Gunuang, Alfi Syaputra mengatakan, banjir bandang meluap diketahui sejak pukul 11.00 malam dan surut sekira pukul 01.30 WIB.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mendata sejumlah kerugian atas peristiwa tersebut. "Total kerugian sementara dari data kami sebanyak Rp140 juta, itu termasuk keseluruhan dari gagal panen dan ternak mati dan kerusakan rumah," ujarnya.

Untuk penanganan selanjutnya, jelas Alfi, Pemerintah Desa Talago Gunuang membuat surat pernyataan bencana yang ditujukan ke Pemerintah Kota Sawahlunto dan memasukkan kerusakan fisik dalam Rancangan Kegiatan tahun 2020.

"Itu sesuai perintah Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti serta Kepala BPBD Sawahlunto Adriusman saat meninjau lokasi," tuturnya.

Sementara itu, di Desa Kolok nan Tuo juga mengalami hal yang sama.

Menurut Kepala Desa Adeks Rossyie Mukri, akibat banjir tersebut setidaknya sekitar 100 hektar sawah di Sumpodow, Sia Cumalagi, Muaro Sia, Kayu Pahit, Taruko, Karak, Tapian, Datar, Ambacang dan sekitarnya, rusak

“Selain itu, banjir juga merusak rumah warga, diantaranya rumah Martini di Dusun Koto Baru (seberang jembatan Batusampik), dan Rumah Farida serta Gudang Beras, Kemiri, Jeruk Nipis, Pinang dan Kandang beserta Ayam milik pak Wandi. Kerugian pak Wandi diperkirakan lebih Rp200juta,” paparnya.

Di lokasi bencana itu, tampak Hasjoni beserta sejumlah tokoh masyarakat setempat, turut meninjau serta membantu melakukan evakuasi dan membersihkan rumah warga dari material banjir.  (ap) 

Ini link videonya:

https://www.youtube.com/watch?v=skBaB7Y110I 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)