Agam

Balai Jasa Kontruksi Wilayah I Aceh Bekali Narapidana di lapas Kelas II A Bukittinggi

Warta Andalas | Rabu, 30 Januari 2019 - 22:08:36 WIB | dibaca: 490 pembaca

WARTA ANDALAS, AGAM - Balai Jasa Kontruksi Wilayah I Aceh mengelar Fasilitasi Pembekalan dan Uji Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Bidang Jasa Kontruksi bagi warga Binaan di Lapas Kelas II A Bukittinggi, Rabu (30/1).

Pembekalan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Jasa Kontruksi Wilayah I Aceh Yusuf Rahmat didampingi Kepala Lapas Bukittinggi Marten. Acara yang berlangsung selama 3 hari itu dikuti sebanyak 95 orang napi.

Kepala Balai Jasa Kontruksi Wilayah I Aceh Yusuf Rahmat mengatakan bahwa pelatihan tersebut sangat berguna nantinya bagi para narapidana setelah menjalani masa hukuman.

"Setelah menjalani sisa hukuman diharapkan para narapidana tersebut telah mempunyai skill dan dapat dipergunakan untuk bekerja sesuai kemampuannya ditengah tengah masyarakat," ujarnya.

Yusuf menambahkan, para narapidana sangat antusius mengikuti pelatihan tersehut, dari 50 orang yang ditargetkan ternyata peserta mencapai 95 orang.

Kegiatan pelatihan jasa kontruksi itu yang belangsung tiga hari itu dengan rincian prnyajian materi pada hari pertama, praktek lapangan hari kedua dan ditutup dengan ujian atas materi yang telah diberikan sebelumnya.

"Bagi para napi yang lulus ujian akan diberikan sertifikasi, karena mereka telah lulus mengikuti pembekalan dan uji kompetensi jasa kontruksi," terang Yusuf.

Selain pelatihan, peserta juga akan diberikan alat kelengkapan dan pakaian untuk keselamatan kerja. "Resiko kecelakaan kerja di sektor kontruksi sangat tinggi. Oleh sebab itu keselamatan kerja sangat diutamakan," ulasnya.

Sementara itu, Kalapas Bukittinggi Marten memberikan apresiasi kepada Balai Jasa Kontruksi Wilayah I Aceh atas pelatihan jasa kontruksi yang diberikan kepada warga binaanya.

"Ini suatu bentuk kepedulian pemerintah terhadap napi. Seharusnya napi yang mendapat kesempatan mengikut pelatihan ini bersyukur, sebab tidak semua napi mendapat kesempatan yang baik ini," kata Marten.

Menurut Marten, napi yang mengikuti pelatihan itu adalah napi yang telah separuh menjalani masa hukuman. Selain itu, napi tersebut telah lulus penilaian yang dilakukan petugas Lapas.

Ia berharap, napi yang mengikuti pelatihan itu lebih fokus dan serius dari awal hingga akhir. Sertifikasi itu lanjut Marten, akan berguna bagi napi setelah kembali ketengah tengah masyarakat. 

"Sertifikasi itu akan menjadi modal bagi napi untuk mencari pekerjaan. Sebab pekerja yang mempunyai sertifikasi dengan yang tidak mempunyai sertifikasi akan beda gajinya," ungkap Marten. (gd)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)