Solok

Awali Reses I Tahun 2018, Nosa Eka Nanda Kunjungi Jorong Kapondong Nagari Koto Hilalang

Warta Andalas | Sabtu, 20 Januari 2018 - 17:22:26 WIB | dibaca: 210 pembaca

WARTA-ANDALAS, SOLOK - Memasuki masa reses I tahun 2018 anggota DPRD Kabupaten Solok dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nosa Eka Nanda mengunjungi wilayah pemilihannya. Wilayah pemilihan yang pertama kali dikunjungi oleh anggota DPRD Kabupaten Solok dua periode ini yaitu Jorong Kapondong Nagari Koto Hilalang Kecamatan Kubung. Tepatnya di Mushola Mukhlisin.

Dalam kunjungannya ke Jorong Kapondong Nagari Koto Hilalang, Nosa Eka Nanda membawa beserta rombongan awak media online wartaandalas.com didampingi oleh ketua Badan Musyawarah Nagari Koto Hilalang Roi Yurnades, dan mulyadi dari PKS Kabupaten Solok. Rombongan berangkat pukul 19.30 Wib dan sampai di Jorong Kapondong pukul 20.20 Wib. Ternyata rombongan Reses anggota DPRD Kabupaten Solok ini sudah ditunggu oleh Kepala Jorong Kapondong Amrizal Salam beserta masyarakat setempat, termasuk staf dari Dinas Pertanian Kabupaten Solok Imran Syahrial Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Solok.

Nosa Eka Nanda dihadapan masyarakat Jorong Kapondong mengucapkan rasa syukurnya atas sambutan yang diberikan oleh masyarakat Jorong Kapondong, dimana dalam rangka reses I Tahun 2018 ini, kedatangan kami telah ditunggu-tunggu oleh masyarakat setempat. Selain itu, Nosa Eka Nanda menyampaikan rasa terima kasih kepada kelompok tani yang ikut mendampinginya dalam acara Reses I Tahun 2018 ini.

Berbicara tentang anggota dewan, kata Nosa, tidak lepas dari persoalan politik dan politik. Tapi politik dalam setiap kebijakannya tergantung kepada orangnya. Bagaimana orang yang berada dalam dunia politik tersebut menggunakannya, apakah untuk tujuan baik membantu masyarakat atau hanya lebih mementingkan individu ataupun golongan. Jadi berpolitik dibolehkan dalam Islam asalkan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan kemaslahatan hidup orang banyak. Untuk diketahui, jika umat Islam enggan berpolitik maka daerah kita akan dipimpin oleh orang-orang yang tidak berkenan di hati kita.

Untuk itu, ujar Nosa, jika ada anggota Dewan berkunjung ke daerah kita, terimalah dengan baik dan manfaatkan kedatangan anggota Dewan ini dengan sebaik mungkin untuk menyampaikan persoalan Jorong, Nagari, serta masyarakat setempat. Karena reses ini hanya dilakukan tiga kali setahun dan ditengah keterbatasan kunjungan ini masyarakat harus memanfaatkan sebaik mungkin.

Pada reses ini, Nosa meminta masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan Jorong, seperti persoalan pertanian, irigasi, jalan, sosial, serta persoalan lainya yang dianggap sangat dibutuhkan masyarakat setempat. Tapi untuk diketahui, tidak semua keinginan masyarakat tersebut bisa terpenuhi, disebabkan keterbatasan anggaran dan skala prioritas. Dan semua itu diusulkan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) ditingkat Nagari, Kecamatan, dan Kabupaten Solok.

Dalam reses I Tahun 2018 ini, Nosa Eka Nanda memberi bantuan dalam bentuk Pokir (Pokok Pikiran) berupa tiga buah mesin motor pompa untuk pertanian (Power Spayer) jenis Atomic Power 3WZ-4 (2 Tak) plus tiga buah mesin potong rumput jenis Power Max BG-338 plus selang penyambung. Kemudian Nosa Eka Nanda juga memberikan bantuan dana kepada Mushola Jorong Kapondong yang diserahkan kepada Ketua Mushola Al Mukhlisin disaksikan Ketua BMN Roi Yurnades, Wali Jorong Kapondong, dan Kabid Sarana Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Solok Imran Syahrial.

Dalam Reses kali ini masyarakat meminta bantuan kepada Nosa Eka Nanda agar memperjuangkan kelanjutan pembangunan jalan arah Parak Gadang, berupa pengaspalan dan pengerasan (lapen), serta pelebaran. Dan saat ini tersisa 400 meter untuk bisa tembus ke Parak Gadang. 

Imran Syahrial, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Solok meminta setiap usulan yang diinginkan oleh masyarakat untuk mengusulkannya dalam pembahasan Musrenbang Nagari. Selain itu, pada tahun 2018 ini sedang dikembangkan Budi daya bawang merah dengan sentranya di Alahan Panjang sebagai sentra produksi bawang untuk wilayah Sumatera Tengah. Pengembangan sentra bawang merah ini didanai oleh Kementerian Pertanian RI berupa bantuan bibit, pupuk, polyback, serta pemasaran dan didampingi oleh penyuluh pertanian. (zfk).





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)