Lintas Provinsi

Audensi dengan DPW IMO-Indonesia Bali, Danrem 163/Wirasatya: Peran Media Cukup Vital

Warta Andalas | Rabu, 06 Desember 2017 - 21:00:30 WIB | dibaca: 36 pembaca

Komandan Korem 163/Wirasatya, Kolonel Arh. I Gede Widiana, Foto bersama Pengurus DPW Bali IMO – Indonesia

WARTA ANDALAS, DENPASAR - Komandan Korem (Danrem)  163/Wirasatya, Kolonel Arh. I Gede Widiana berpendapat, peran media saat ini cukup vital dalam memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat. Terlebih lagi di era keterbukaan informasi dan teknologi seperti sekarang, media ikut tumbuh dan bertransformasi mengikuti perkembangan.

Hal itu dikatakan I Gede Widiana saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Bali, di ruang kerjanya, Rabu, (6/12).

Widiana menambahkan, pertumbuhan media online saat ini cukup pesat yang memudahkan siapapun mengakses dari layar kecil smartphone.

“Saya juga mengikuti perkembangan media online ini. Dari 2009 lalu, media online mulai mencuat dan marak. Berita apapun bisa kita akses dari handphone,” ujar Gede Widiana.

Namun di sisi lain, Gede Widiana juga menyayangkan maraknya konten hoaks yang dikemas seolah-olah sebuah informasi yang faktual dan layak dikonsumsi oleh publik. Padahal, nilai beritanya sendiri tidak sesuai dengan fakta-fakta yang ada.

Content maker hoaks ini cukup lihai mengemas berita, sehingga publik dengan mudah percaya dengan informasi yang diberitakan,” kesalnya.

Sementara, Ketua DPW IMO-Indonesia Provinsi Bali Wahyu Siswadi menyatakan, sebagai organisasi pemilik media yang bertugas di wilayah Bali, IMO-Indonesia memiliki peran meminimalisir penyebaran kontens hoaks. 

Wahyu menjelaskan, kontens hoaks selama ini hanya diproduksi oleh segelintir orang saja. Namun pembuat kontens hoaks memanfaatkan media sosial baik Facebook, Tweeter maupun aplikasi WhatsApp sebagai wahana penyebarannya.

“Kami sepakat untuk meminimalisir kontens hoaks, terutama yang ada di Bali sebagai wilayah kerja kami. Kami juga akan memanfaatkan medsos untuk menyebarkan berita fakta. Sehingga dengan sendirinya ada counter terhadap hoaks,” jelas Wahyu.

Kedepan, DPW IMO-Indonesia Bali berencana membuat semacam aplikasi yang bisa dimanfaatkan oleh publik terkait link berita yang dinilai sebagai kontens hoaks dan meresahkan.

Dari situ, menurut Wahyu, media yang tergabung di DPW IMO-Indonesia Bali akan melakukan klarifikasi terhadap sumber-sumber yang berkompeten. Sehingga informasi yang disebarkan dapat dipertanggungjawabkan.

IMO-Indonesia merupakan organisasi pemilik media online yang anggotanya tersebar di 34 provinsi. Kali pertama IMO-Indonesia dideklarasikan di Jakarta pada 27 Oktober 2017. (IMO)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)