Nasional

Apresiasi Berdirinya IMO-Indonesia, Menkopolhukam Terima Jadi Dewan Penasehat

Warta Andalas | Minggu, 18 Februari 2018 - 13:38:30 WIB | dibaca: 240 pembaca

WARTA ANDALAS, DENPASAR - Menteri Koordinator  Politik  Hukum dan Keamanan RI ( Menko Polhukam) Jenderal TNI (Purn) H. Wiranto menyebut keberadaan Ikatan Media Online (IMO) Indonesia seperti laskar perang  yang melawan hoax.

"Saya senang dan bangga dengan IMO-Indonesia melawan Hoaxs," ujar Wiranto dalam sambutan Rakernas IMO-Indonesia I di Hotel  Puri Saron Seminyak, Bali Rabu (13/2) kemarin.

Menurut Wiranto, ancaman terbesar saat ini bukan berasal dari kekuatan senjata, melainkan dari media sosial.  Salahsatunya adalah berita hoaxs yang dapat meluluhlantahkan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Jadi, kalau ada anak anak bangsa yang membuat organisasi melawan Hoax, saya bangga dan senang," tambahnya, seraya mengaku setiap pagi selalu dikabari soal hoax oleh stafnya.

Wiranto berharap, keberadaan IMO tidak sesaat, tapi berkelanjutan. Alasannya,  komitmen IMO-Indonesia sangat penting dalam memerangi Hoax, sekaligus mempererat persatuan.

"Kita harus bersatu memerangi Hoaxs dan segala macam ancaman bagi negara," jelas mantan Panglima TNI, seraya mengaku mendapat undangan dari IMO-Indonesia sangat mendadak. Lagipula namanya masih terasa asing.

"Tapi, setelah mendapat penjelasan dari staf, saya tertarik dan meluangkan datang ke sini, menemui teman teman," papar pendiri partai Hanura ini.

Di hadapan para peserta, Wiranto menyatakan kesediaanya menjadi Dewan Penasehat IMO-Indonesia.

"Tapi dengan syarat tetap komitmen dan menjaga fakta integritas," ujar Wiranto, yang hari itu disematkan Jas uniform IMO Indonesia dan memberikan sertifikasi kepada 5 DPW yang dilantik dalam Rakernas tersebut.

Sementara Ketua Umum IMO-Indonesia, Yacob F Ismail menguraikan sejarah lahirnya IMO yang digagas oleh beberapa pengurus IPJI yang merasa prihatin dengan maraknya Hoaxs di media sosial.

"Rakernas ini digelar hanya 100 hari kurang 13 hari setelah dideklarasikan 27 Oktober 2017," ujar Yacob.

Menurut Yacob, Rakernas ini dilakukan secara swadaya dan kolektivitas tanpa adanya sponsor dari pihak lain.

"Kita atas biaya sendiri, sekaligus menunjukkan independesi kami sebagai perusahaan media online," jelas Yacob, yang diiyakan oleh Ketua OC,  Vidi Simanjuntak.

Sementara itu, Rakernas I Ikatan Media Online (IMO) Indonesia resmi dibuka Gubernur Bali diwakili Asisten I Pemprov Bali Ida Bagus, yang juga dihadiri sejumlah pejabat tiggi Bali, diantaranya dari Kodam Udayana, Polda Bali dan tokoh adat Badung Bali.

Tak ketinggalan, Ketua UMUM Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) yang sekaligus dewan Pembina IMO-Indonesia Taufiq Rahman, S.Sos, SH, Sekjend IMO M Nasir, serta para Ketua DPW IMO Indonesia dari Seluruh Provinsi yang ada di negeri ini.

Dalam sambutan terulisnya, gubernur mengatakan bahwa perkembangan dunia pers melalui media online merupakan suatu keniscayaan yang harus kita terima. Media online menjadi media yang mudah dan cepat bisa diakses ke seluruh dunia.

Sehingga pemerintah berharap peran media online.menjadi salahsatu  pemersatu dan pencerdas bangsa. Menurut gubernur, pemerintah akan buta dan tuli tanpa media.

Acara pembukaan Rakernas yang diawali dengan penampilan Tari Sekar Jagad atau tari penyambutan itu, diakhiri dengan penandatanganan MoU IMO dengan beberapa badan dan lembaga pemerintah di provinsi Bali dan Badung. (jn/imo)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)