Purbalingga

Alumni 1987 STM Pertanian HKTI Klampok, Gelar Reuni

Warta Andalas | Selasa, 19 Juni 2018 - 11:22:42 WIB | dibaca: 1225 pembaca

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA  – Alumni tahun 1987 Sekolah Teknik Menengah (STM) Pertanian HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Klampok, Banjarnegara, menggelar reuni di Gedung Graha Sarwa Guna, Purbalingga, Minggu (17/6). Reuni bertajuk ‘Teman Sekolah Sedulur Selawase’  itu berlangsung gayeng karena hampir 31 tahun lamanya mereka baru bertemu. Ikut menambah suasana nostalgia lama itu, hadir dua orang guru mereka yang berusia sudah 70 an tahun.

Ketua Keluarga Alumni STM Pertanian HKTI Tahun 1987, Ir Prayitno, M.Si mengungkapkan, reuni ini digelar bertepatan dengan hari libur lebaran, sehingga banyak alumni yang tinggal di luar kota dan dari berbagai pulau di Indonesia bisa berkumpul. “Reuni ini merupakan kelanjutan pertemuan awal pada bulan Juli tahun 2017 silam di Banjarnegara. Ketika pertemuan itu terbetik ingin menggelar reuni yang cukup besar. Dan akhirnya, berkat kerjasama alumni yang tinggal di Purbalingga dan Banjarnegara, maka bisa diwujudkan,” kata Prayitno.

Dalam kesempatan itu, Prayitno juga mengajak bersyukur dengan keadaan yang dialami saat ini. Karena saat reuni, ada beberapa rekan ternyata ada yang sudah meninggal dunia, dan ada pula beberapa guru yang juga sudah meninggal dunia. “Saat pertemuan terakhir di sekolah dulu, usia kita sekitar 19 tahun, dan kini saat kita bertemu ternyata sudah sekitar 50 tahun. Sungguh waktu yang sangat berharga dan patut disyukuri karena bisa bertemu untuk saling bernostalgia dan melepas rindu bersama teman-teman,” kata Prayitno.

Pada kesempatan itu, dengan suasana humor dan penuh kegembiraan, Prayitno membacakan puisi yang ditulisnya mendadak saat bertemu sesama alumni. Inti dari puisi itu yakni untuk mensyukuri ruang waktu yang berbeda antar sesama alumni dan membuat sesama alumni terpisah oleh jarak dan waktu.

Diingatkan Jangan Korupsi

Sementara itu, salah seorang guru, Maksum (70) yang diundang dan memberikan sambutan mengungkapkan, dirinya berterima kasih dan mendapat kehormatan karena diundang oleh para alumni 1987 yang rata-rata sudah sukses dalam bekerja. Maksum juga mengungkapkan kisahnya saat menjadi guru, dia berujar tidak pernah menyebut siswanya dengan sebutan ‘kamu’. Ia menyebut siswa dengan sebutan ‘para siswa’ dan diinget oleh alumni sampai saat ini. Maksum juga mengungkap saat ada beberapa siswa ‘ngrasani’ guru.

“Saat saya ke toilet dulu, kebetulan kamarnya bersebelahan, ada siswa yang ngrasani guru yang boleh dibilang tidak baik. Suaranya sangat terdengar karena bersebelahan toilet. Namun, saya memaklumi dan itu menjadi tugas guru untuk meluruskannya. Ternyata, sikap siswa itu layaknya seperti kenakalan remaja biasa, tidak perlu dimasalahkan, biar itu menjadi kenangan,” ujar Maksum tanpa menyebut siswa dimaksud.

Maksum juga berpesan, agar para alumni untuk ingat Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika ingat Tuhan, maka pekerjaan yang ditekuninya akan berkah. Jika ingat Tuhan, maka tidak akan korupsi. Selain itu, juga harus bersyukur atas rejeki dan nikmat yang diterima. “Jika kita selalu hidup bersyukur, maka hidup kita akan tenang. Tidak hidup ngoyo yang akhirnya melakukan tindakan yang tidak terpuji. Ingat Tuhan, dan syukuri selalu pekerjaan kita,” pesan Maksum yang mengajar guru agama tersebut.

Ketua panitia reuni 31 tahun STM Pertanian HKTI tahun 1987, Suryono mengungkapkan,  dengan reuni diharapkan akan terjalin tali silahturahmi yang terus menerus, meski berada di tempat yang terpisah. “Mari kita terus jalin tali silahturahmi, dengan silahturahmi yang baik maka hidup kita juga akan baik. Jangan putus tali silahturahmi yang telah terbangun ini,” ujar Suryono yang menekuni profesi di Kalimantan itu. (y)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)