Solok

Akhirnya PBB, PKPI dan Partai Idaman Ikut Pileg 2019

Warta Andalas | Senin, 20 November 2017 - 18:51:25 WIB | dibaca: 171 pembaca

WARTA ANDALAS, SOLOK - Ketika digagalkan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia dalam verifikasi faktual, seperti pupus harapan para kader ketiga partai besar ini. Terjadi kelesuan ditingkat Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah, dan pengurus tingkat kecamatan, serta para kader lainnya yang berada disetiap propinsi. Terutama ditingkat Kota Solok dan Kabupaten Solok Propinsi Sumatera Barat.

Ketika hasil faktual diumumkan oleh KPU RI, terjadi gejolak dan gelombang protes dikalangan kader partai, karena sudah terbayang kondisi kedepan dimana persiapan yang telah disusun untuk menghadapi Pemilu Legislatif pada tahun 2019 nanti bakal berantakan. Apalagi jika ada diantara pengurus dan kader partai yang sudah mulai sosialisasi dengan menghabiskan biaya tergolong besar. Alah Mak.....

Reiner, ST, MM, Ketua PKPI Kota Solok dihubungi wartaandalas.com terkait diloloskannya PKPI dalam pemilu legislatif 2019 nanti, mengatakan rasa syukurnya atas diloloskannya PKPI dalam pertarungan pileg 2019 nanti. Reiner menilai keputusan Bawaslu RI sudah sangat tepat dan sudah sesuai konstitusi, dimana setiap warga negara berhak untuk dipilih dan memilih dimanapun organisasi politiknya. Hasil faktual KPU RI  dengan tidak meloloskan PKPI merupakan sebuah kesalahan apalagi dasar hukum gagalnya PKPI bertentangan dengan UU Pemilu, dengan merujuk pada Sipil.

Hendra Saputra, SH, Ketua PBB Kota Solok juga mengungkapkan rasa syukurnya, dan rasa terima kasihnya atas perjuangan Ketua Umum dan pendiri PBB, Profesor Yusril Ihza Mahendra, MH, dan merupakan cucu kandung pendiri Masyumi. Tahun 2019 merupakan tahun penuh perjuangan untuk meningkat perolehan suara, baik di DPR RI, DPRD Propinsi, DPRD Kota/Kab Solok.

Sementara, Ketua DPD Partai Idaman Kota Solok, Suwartoni, SH, menyebutkan, sebagai partai baru dikancah politik nasional, Partai Idaman akan berusaha meningkatkan perolehan suaranya di DPRD Kota Solok dan nasional. Perjuangan yang dilakukan Ketua Umum Partai Idaman, Roma Irama patut didukung karena apa yang diputuskan KPU RI sebuah kesalahan dan bertentangan dengan UU Pemilu RI. Lagipula keputusan KPU RI mengebiri hak-hak politik warga negara, dan hak tersebut sudah diatur oleh UU negara ini.

Ketua KPU Kota Solok, Budi Santosa ketika dihubungi via mesenger belum memberikan jawaban terkait lolosnya PKPI, PBB, dan Partai Idaman oleh Bawaslu RI. (zfk)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)