Purbalingga

40 Siswa SD/MI Ikuti Pelatihan Membuat Gerabah

Warta Andalas | Rabu, 14 Agustus 2019 - 09:20:58 WIB | dibaca: 15 pembaca

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA – Sebanyak 40 siswa SD/MI dari beberapa sekolah yang ada di wilayah Purbalingga mengikuti pelatihan membuat gerabah dari tanah liat. Pelatihan membuat gerabah ini merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja pada acara ‘Pekan Belajar Bersama di Museum’.

Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga, Rien Anggraeni mengatakan siswa SD/MI yang mengikuti pelatihan membuat gerabah ini diberikan teori dan praktek langsung membuat gerabah dari tanah liat. Tidak hanya sekedar mempraktekan, para peserta juga bisa membawa pulang hasil karya yang dibuatnya ke rumah.

“Kami sediakan bahannnya dan mereka langsung praktek membuat setelah selesai dibuat mereka bisa membawa pulang gerabah buatan mereka,” kata Rien saat ditemui di Museum Prof Dr. R. Soegarda Poerbakawatja, Selasa (13/8).

Rien menjelaskan Tahun 2019, Museum Prof. Dr. Soegarda mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum dan Taman Budaya. Dari total 435 museum yang terdaftar di Kemendikbud RI, Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja menerima DAK non fisik BOP museum dan taman budaya tahun 2019 bersama 110 museum lainnya.

“Sehingga pelaksanaannya ini berupa kegiatan-kegiatan antara lain pengelolaan koleksi, program publik, dan pemeliharaan aset dengan prosentase yang telah ditentukan,” ujarnya.

Pelatihan membuat gerabah yang masuk pada ‘Pekan Belajar di Museum’ merupakan awal kegiatan program publik yang mencakup tema belajar di museum. Kegiatan belajar di museum yang lain yakni kelas membatik, kelas menganyam anyaman, kelas kerajinan dari kulit, kelas fotogradi dan kelas menulis huruf jawa.

“Untuk masing-masing kelas narasumbernya berbeda dan juga pesertanya juga berbeda menyesuaikan tingkat kesulitan,” jelas Rien.

Pekan Belajar di Museum akan dilaksanakan mulau Selasa sampai Jumat (13-16/8) bertempat di Museum Prof. Dr. R. Soegarda. Ia berharap dengan adanya kegiatan seperti ini yang sasarannya untuk pelajar SD/MI, SMP/MTS maupun SMA se derajat sekaligus dapat memperkenalkan museum kepada para peserta.

“Jadi kita memang sengaja materi-materi yang diambil pada kelas belajar di museum materi yang langka dan tidak begitu dikenal oleh anak-anak sekarang, mudah-mudahan dengan adanya program DAK non fisik BOP museum dan taman budaya ini minimal dari sekian anak-anak yang mengikuti bisa mengenal budaya yang ada di Indonesia khususnya di Purbalingga,” pungkasnya. (PI-7)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)