Sawahlunto

Ingin Hidup Layak di Tengah Kota Layak Anak

4 Kali Operasi Anus Belum Normal, Muhammad Haikal Butuh Uluran Tangan

Warta Andalas | Kamis, 11 Mei 2017 - 17:11:14 WIB | dibaca: 874 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Dengan menyebutkan berbagai indicator, pemerintah kota Sawahlunto meng-claim sebagai salah satu kota Layak Anak di provinsi Sumatera Barat dan nasional, dan bahkan telah diperkuat dengan kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia  Yohana Susana Yembise, beberapa waktu lalu.

Bahkan, di hampir seluruh pojok kota ini juga telah terpampang puluhan dan atau mungkin ratusan spanduk bertuliskan “Berlian” yang berarti Bersama Lindungi Anak, lengkap dengan gambar pasangan Kepala Daerahnya.

Sebagai masyarakat kota Sawahlunto, tentunya kita sangat berbangga dengan kinerja dan programnya yang begitu peduli dengan anak-anak sebagai generasi bangsa kita.

 

Namun sayang, di tengah kota yang menggembar-gemborkan sebagai kota Layak Anak, masih ada seorang anak warga RT 01/Rw 04 kelurahan Durian II kecamatan Barangin yang masih jauh dari sebutan hidup layak.

Dia adalah Muhammad Haikal berusia 3 tahun 10  bulan, anak pertama dari pasangan Hendro Gustian(33) dan Yuni Afsari (32) yang terlahir secara kurang beruntung, yakni tanpa memiliki anus, yang berarti harus menerima kenyataan tak bisa banyak makan dan hanya minum susu. 

Sebagai orangtua, Hendro dan Yuni pun telah berusaha sekuat tenaga untuk membawanya ke Rumah Sakit, meski dengan segala keterbatasan ekonomi yang dimilikinya. Bahkan, demi kehidupan normal anak  pertamanya itu, selama hampir 4 tahun belakangan ini  sudah empat kali melakukan operasi di RSU M. Djamil Padang.

Menurut Sari, panggilan sehari-hari Yuni Afsari orangtua Haikal yang ditemui Warta Andalas di kediamannya, Kamis (11/5) didampingi Ngadino, Ketua RT setempat, tidak adanya anus pada sang anak tersebut  baru diketahuinya setelah berumur dua hari. Dan setelah membawanya ke Puskesmas serta Rumah Sakit Sawahlunto, lantas dirujuk ke RSU M Djamil Padang.

“Sejak umur 3 hari, langsung dioperasi dan dirawat selama satu bulan, baru boleh pulang. Lalu umur 15 bulan juga melakukan operasi, dan kemudian pada umur 2,5 tahun (2015). Tetapi hasilnya, buang air besar juga belum lancar,” paparnya.

 

Bulan April 2017, lanjut dia, dilakukan operasi ke empat, namun tiga minggu pasca operasi Haikal kembali mengalami masalah, tidak keluar air besar.

“Pipisnya juga keluar dari anus, dan terlihat menahan rasa sangat sakit ketika ingin buang air besar. Saat ini, saya sudah kehabisan akal untuk mencari biaya perawatan atau untuk operasi. Sebab, untuk biaya pergi consult ke Padang saja sudah kesusahan,” sebut dia di kediamannya yang berukuran sekitar 4x6, meter tanpa ada kamar itu.

Diungkapkannya, sebelumnya ia memang pernah dibantu dengan dana bantuan BAZ serta BPJS. Akan tetapi, banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhinya selain yang ditanggung oleh BPJS. Sedangkan Hendro, ssang suami hanyalah seorang buruh bangunan yang tak memiliki kepastian penghasilan. Mujur jika sedang ada proyek, jika tidak, ia hanyalah seorang pekerja serabutan.

Dengan tampak bersedih, Sari menyatakan sangat berharap adanya uluran tangan dari para dermawan untuk melakukan pengobatan bagi anaknya, selain di RSU M Jamil karena sudah 4 kali tetapi tak kunjung berhasil.

“Kepada para dermawan, siapapun dan dimanapun, terlebih warga kota Sawahlunto yang ada di perantauan, kami sangat mengharapkan uluran tangan untuk biaya pengobatan anak kami. Dan kepada Pemerintah kota Sawahlunto, kami sangat mengharapkan perhatiannya, mengingat kami sudah tak memiliki apa-apa lagi untuk biaya sehingga dapat hidup normal dan layak seperti anak-anak lainnya di kota layak anak ini.

Kepada Warta Andalas, Sari juga mengatakan bahwa sejauh ini ia telah mengeluarkan biaya probadi diluar bantuan BPJS dan BAZ, sekitar Rp.40 juta, diluar biaya consult yang sebagian besar berasal dari uang pinjaman ke sejumlah pihak dan bantuan dari keluarga.

              Ngadino, Ketua RT 01/04

Bagi donator yang ingin memberikan bantuan, dapat menghubungi Sari di nomor HP 085278266536 serta nomor rekening Bank BRI 7874 01000 829 531 atas nama Yuni Afsari.

Dalam kesempatan tersebut, Ngadino menambahkan bahwa belum lama ini ia bersama pihak keluarga Haikal telah mengirimkan surat permohonan bantuan kepada pihak Pemerintah Kota, melalui kelurahan. Ia berharap, Pemda dapat merespon secara cepat, demi terselamatkannya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Namun jika setelah diekspose media tidak ada tanggapan, maka saya adalah orang pertama yang akan menurunkan spanduk-spanduk yang bertuliskan Kota Layak Anak di kota ini,” tandasnya, mengakhiri. (ap)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)