Agam

31 Keltan di Agam Terima Bantuan Alsintan dari Pemprov Sumbar

Warta Andalas | Jumat, 06 September 2019 - 19:28:53 WIB | dibaca: 10122 pembaca

WARTA ANDALAS, AGAM – Sebanyak 31 Kelompok Tani (Keltan) di Kabupaten Agam, mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mempercepat pengolahan lahan pertanian.

Kepala Dinas Pertanian, melalui Kabid Prasarana Sarana Pertanian dan Penyuluh, I Nyoman Gede Karyawan, di ruangan kerjanya, Jum’at (6/9) mengatakan, bantuan Alsintan seperti traktor untuk 21 kelompok tani, cultivator dua kelompok tani dan pompa air delapan kelompok tani. Penyaluran bantuan difasilitasi oleh Pemkab Agam.

Dijelaskan, dari jumlah keltan penerima traktor terbagi di Kecamatan Lubuk Basung empat unit, Palembayan dua unit, Baso satu unit, Ampek Angkek dua unit, Canduang satu unit, Ampek Nagari satu unit, Tanjung Mutiara satu unit, Palupuah satu unit, IV Koto satu unit, Kamang Magek satu unit, Tanjung Raya satu unit, Tilatang Kamang dua unit, Matur satu unit, Banuhampu satu unit dan Sungai Puar satu unit.

Penerima cultivator terbagi di Kecamatan Malalak satu unit dan Banuhampu satu unit. Sedangkan untuk pompa air terbagi di Kecamatan Kamang Magek dua unit, Palembayan dua unit, Ampek Nagari dua unit, Baso satu unit dan Matur satu unit.

“Alsintan sudah disalurkan kepada kelompok tani penerima dan kita mengharapkan, dengan bantuan ini dapat mempercepat petani dalam mengolah lahan pertanian, supaya mampu meningkatkan indek pertanamannya,” ujarnya.

I Nyoman mengatakan, bantuan alsintan berasal dari dana dekonsentrasi yang disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Namun, I Nyoman tidak merincikan berapa dana dekonsentrasi untuk alsintan tersebut.

Dijelaskan, kelompok tani yang menerima ini terutama sudah teregistrasi di Kementerian Pertanian, mampu mengoperasikan dan memiliki lahan. Sedangkan di Agam, sekitar 1.900 kelompok tani yang ada semua sudah teregistrasi di pusat.

“Kelompok tani penerima alsintan digilir setiap tahun, asalkan kelompok memiliki lahan yang akan diolah. Bantuan alsintan mulai kita terima sejak 2014 hingga 2019 baik dari pusat maupun provinsi,” imbuhnya.

Untuk itu, I Nyoman mengharapkan kelompok tani betul-betul memanfaatkan alsintan yang sudah diterima dengan baik, supaya alat dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Sehingga menjadi percepatan dalam bekerja dan mampu meningkatkan produksi pertanian. (AMC05/MD)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)