Atasi Jaringan Internet Di Daerah Blankspot, Pemkab Sijunjung Gandeng PT CSP

By Administrator 29 Sep 2020, 16:19:00 WIB Sijunjung
Atasi Jaringan Internet Di Daerah Blankspot, Pemkab Sijunjung Gandeng PT CSP

WARTA ANDALAS,  SIJUNJUNG -  Saat pandemi covid-19, bekerja dan belajar dari rumah sudah menjadi himbauan dan keharusan, apalagi dengan dilakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Semua urusan baik bisnis , pengetahuan , komunikasi, akses kerja dan lain-lain mulai ramai dilakukan dari rumah. Untuk mengatasi daerah atau nagari terpencil yang tidak emndapatkan jangkauan sinyal internet, Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Komunikasi dan Infromatika terus berupaya melakukan berbagai cara untuk mengatasi daerah-daerah yang blankspot tersebut.

Dimana sebelumnya, Pemkab Sijunjung berkolaborasi dengan PT. Intech Esa Mandiri dalam pemasangan Community WiFi. Namun, saat ini berganti dengan PT. Citra Satelit Pratama. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sijunjung Rizal Efendi menyebutkan untuk di kabupaten sijunjung ada 19 titik daerah yang blankspot atau tidak terjangkau sinyal internet. “Pemasangan wifi ini sudah dari Februari 2020 lalu. Namun, saat ini ada penggantian perangkat VSAT lntemet Satelit,” ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya pemasangan  wifi tersebut bisa membantu siswa yang saat ini belajar daring yang tinggal di aderah yang belum terjangkau sinyal internet. “Mudah-mudahan wifi ini bisa bermanfaat bagi anak-anak kita yang melakukan proses belajar secara daring,” ucapnya.

Baca Lainnya :

Sementara itu, Setia Welly dari pihak PT. CSP menyebutkan, pihaknya memadukan unsur pembangunan jaringan internet dengan bisnis. Dimana pembangunan tersebut dilaksakan di  40 Lokasi di provinsi Sumatera Barat.

“Khusus di Kabupaten Sijunjung kita melakukan penggantian perangkat sebanyak 19 lokasi, salah satunya di Nagari Sisawah Kecamatan Sumpur Kudus sudah diganti dan sudah bisa dipakai oleh masyarakat , di Nagari Langki dan Sibakur kecamatan Tanjung Gadang sudah on juga dan besok kita ke Nagari Silongo,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Welly, selama ini biaya sangat mahal untuk membuat sebuah jaringan internet, akan tetapi dengan metode ini sangat murah sekali. Dijelaskannya, voucher yang ditawarkan kepada masyarakat juga sangat murah. Dari voucher harga Rp5.000 sampai harga Rp50.000. “ Ini sangat terjangkau oleh semua lapisan, selain untuk bekerja dan belajar dari rumah selama pandemi Covid-19, banyak akses yang dapat diperoleh,” ujarnya

Antaranya, kemudahan bertransaksi dengan internet banking, bisa membuat web nagari untuk memasarkan potensi nagari baik pariwisata maupun potensi makanan khas daerah dan dengan online bisa dipasarkan, tutupnya. (oghy)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Kanan 1 - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Kanan 2 - Iklan Sidebar