7 Penambang Emas Ilegal Ditahan di Polres Sawahlunto, 1 Orang Ditangguhkan

By Administrator 24 Feb 2021, 15:41:11 WIB Sawahlunto
7 Penambang Emas Ilegal Ditahan di Polres Sawahlunto, 1 Orang Ditangguhkan

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO- Kepolisian Resort (Polres) Kota Sawahlunto akhirnya menetapkan 8 (delapan) orang tersangka pelaku penambangan emas ilegal pasca diamankan minggu lalu di Aliran Sungai Batang Ombilin Tapian Tanang, Dusun Siambalau Desa Talawi Hilie Kecamatan Kota Sawahlunto.

Tujuh tersangka kini ditahan di Mapolres Sawahlunto dengan inisial "I" (46), "RY" (24), "AF" (35), "I" (37), "BDS" (34), masing-masing beralamat di Desa Talawi Hilie, "RA" (39), dan "JA" (32) dari Desa Sijantang Koto.

Khusus tersangka "BY" (41) dari Desa Datar Mansiang mendapat penangguhan penahanan karena sakit. 

Dihadapan awak media, tersangka mengungkapkan, alasan melakukan penambangan emas ilegal karena faktor ekonomi.

"Modal kami menambang mendekati 20 juta, seminggu baru dapat 3 buncis emas," kata salah seorang tersangka ketika ditanyai langsung Kapolres AKBP Junaidi Nur pada saat jumpa Pers yang digelar di Aula Perbakin Kota Sawahlunto, Rabu (24/2).

Dalam kasus ini, pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti dari tersangka "I" dan "RY," yakni 1 unit ponton, 1 unit talangan besi, 1 buah karpet rumput warna hijau, 1 buah karpet mie warna merah, 1 set pompa air ukuran 9 PK merek Quip warna merah, 1 set selang spiral ukuran 6 inci warna biru beserta kepala babi, 1 buah selang ukuran 2 inci warna putih, 1 set tabung angin kompresor warna biru. 

Sementara itu, tersangka "RA" dan "BY", diamankan 1 unit ponton, 1 set mesin pompa air 9 PK merek Honda disertai kompresor, 1 buah keset warna coklat, 2 buah karpet warna merah dan 2 warna hijau, 1 set selang spiral 6 inci warna biru beserta kepala babi, 1 buah selang warna 2 inci warna biru, 1 buah tabung angin kompresor serta 1 buah selang angin kompresor warna hijau dan putih. 

Sedangkan barang bukti dari tersangka inisial AF, I, BDS dan JA, yaitu 2 buah ponton, 2 buah talangan terbuat dari kayu, 2 buah mesin pompa air merek honda 9 PK beserta kompresor, 2 buah selang spiral ukuran 6 inci beserta kepala babi, 2 buah selang spiral ukuran 2 inci, 2 buah alat dulang, 1 buah drum warna biru yang sudah terbelah, 4 buah karpet, 2 buah alas kaki, 2 buah selang angin warna biru, 1 buah tabung freon merek alfron warna hijau, 1 buah veples warna hijau dan 1 buah ember kecil warna merah berisikan butiran-butiran emas. 

Penangkapan terhadap para tersangka berawal dari informasi masyarakat tentang adanya aktivitas penambangan mineral (emas) tanpa izin di Aliran Sungai Batang Ombilin Tapian Tanang Dusun Siambalau Desa Talawi Hilie Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto. Selanjutnya tanggal 16 Februari 2021 sekitar pukul 12.30 Wib, Anggota Sat Reskrim Polres Sawahlunto dipimpin Kbo Sat Reskrim Polres Sawahlunto, Iptu Saipul Anwar menuju TKP dan ditemukan 8 orang pekerja beserta peralatan penambangan. 

Atas kejadian itu, semua pekerja dan barang bukti dibawa ke Polres Sawahlunto guna pemeriksaan lebih lanjut. 

Terhadap perkara ini, Kasat Reskrim Polres Sawahlunto, Iptu Roy Sinurat menyampaikan, tersangka dijerat Pasal 158 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar. (rf) 





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Kanan 1 - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Kanan 2 - Iklan Sidebar